Apa sebenarnya filosofi dari menuntut ilmu? Saya bingung dari kecil hingga remaja tugas saya hanya belajar dan belajar. Sudahkah ilmu saya bermanfaat. Siapa sebenarnya yang pertama mencetuskan sistem seperti ini. Mengapa kita harus terus belajar dan belajar. Apakah ilmu sama dengan sebuah nilai, ataukah nilai itu yang menunjukan seberapa tingkat pemahaman ilmu kita. Lantas apa yang kita cari saat sekolah, saat kuliah. Apakah sebatas sebuah nilai tanpa memperdulikan ilmu itu sendiri. Belajar hanya untuk nilai yang tinggi tanpa tau implementasinya.
Dari tadi saya hanya melontarkan banyak pertanyaan tanpa ada jawabannya. Saya akan mencoba menyimpulkan jawabannya satu persatu. Siapa sebenarnya saya, apakah seorang pemikir, seorang ahli filsafat? bukan, Saya hanya mahasiswa yang sedang tersesat, dalam kesunyian saya mendapatkan sebuah pertanyaan-pertanyaan ini.
Mengapa kita harus menuntut Ilmu?
Ini mungkin sebuah pertanyaan bodoh yang banyak orang menganggapnya tak perlu dipertanyakan, tapi coba pikirkan Mengapa? Dari dasar pikiranku yang paling sederhana mengatakan, kita menuntut ilmu karena sebuah kebutuhan. Kebutuhan akan pengetahuan tapi bukan berarti semata-mata ilmu yang di dapat hanya berbentuk formal tapi juga non formal. Menuntut ilmu penting untuk dapat mengimbagi dengan pertumbuhan pengetahuan itu sendiri, setiap orang harus mampu menyesuaikan keadannya dengan dunia. Ilmu tak terbatas tapi pikiran manusialah yang membatasinya.
Ilmu atau sebuah Nilai
Apa sebenarnya nilai dari sebuah ilmu. Apa nilai yang dimaksud disini, apakah nilai akademik atau filosofi ilmu itu sendiri. Di sekolah kita selalu mengedepankan nilai tapi ilmu itu sendiri kita tak tahu, menghalalkan berbagai cara, tugas yang diberikan pun hanya mengikuti pekerjaan orang lain demi sebuah nilai akademik semata. Orang rajin bertambah pintar sedangkan orang malas semakin bodoh. Nilai dari sebuah ilmu itu sendiri adalah manfaatnya bagaimana kita mengerti dan di implementasikan dalam kehidupan.
Ilmu, Etika & Moral
Mengapa saya mengelompokannya dalam satu sub, ada ilmu etika, dan ilmu moral, tapi disini yang saya maksud adalah ilmu yang kita dapat harus diimbangi dengan pelajaran tentang etika & moral. Mengapa sekarang banyak orang yang berilmu bahkan sampai S3 masih sering terlihat suka menggunjingkan orang lain ini sangat tidak beretika, disinilah peran moral dan etika agar implementasi ilmu berada pada tempat yang benar. Banyak orang pintar programming ilmunya hanya digunakan untuk meretas situs-situs, ini membuktikan bahwa masih sedikit moral dan etika yang tertanam. Saya sendiri tak tahu penyebabnya, padahal saat sekolah pembelajaran etika sudah ditanamkan, sebut saja pelajaran PKN.
Kesimpulan saya yang terakhir yaitu dunia ini diibaratkan sebuah tempat yang sangat gelap, namun semua ini diterangi oleh ilmu. Inilah yang saya pikirkan ketika sendiri, timbul berbagai rasa ingin tahu, mencari jawabanya dengan mencoba berpikir layaknya analis mungkin bisa dikatakan sok mikir _=_ Silahkan dicela bila memang tulisannya sedikit ngawur. rachmatsumo
Jika ingin menangkap penjahat berpikirlah seperti seorang penjahat. Jika ingin mencari jawaban berpikirlah layaknya seorang analis.
Home
Tips & Trik
Galeri
Link Exchange
About


Post a Comment
Tinggalkan Komentar Anda!